Beranda Uncategorized Pengalihan KORUPSI pada Layanan Aplikasi MyPertamina*

Pengalihan KORUPSI pada Layanan Aplikasi MyPertamina*

3
0

Semarang // suaraglobal.id – Jika ada pertanyaan, ‘mereka masyarakat kecil penyalahguna BBM bersubsidi yang ditindak tegas atau para pengusaha yang menggunakan BBM bersubsidi sebagai ajang Korup terselubung. Secara tak sadar mengkuliti masyarakat kecil’. Yang mana harus ditindak ????

Baik kita telaah moment ini.
(Opini / Cuitan Nitizen)

Biar nanti bisa beli BBM Bersubsidi, tadi saya install ulang aplikasi layanan keuangan digital MyPertamina. Rupanya, aplikasi ini terintegrasi dgn aplikasi sejenis yaitu LinkAja. Jadi, untuk transaksi beli BBM, pembeli harus punya dana di LinkAja. Karena penasaran, walaupun programnya baru akan dimulai 1 Juli 2022 mendatang, saya coba isi/transfer dana ke aplikasi tsb seadanya, namanya jg coba2. Dana masuk, lancar. Tapi saya melihat di situ tertera Biaya Admin Rp.1.000,- Sepertinya tidak berarti karena cuma seribu, tapi saya lalu berpikir, berapa banyak biaya Admin yang bakal masuk ke LinkAja ke depan dalam transaksi beli BBM Bersubsidi. Jutaan konsumen pasti akan mengisi (top up) dana ke LinkAja, bisa beberapa hari sekali. Dengan jumlah kendaraan bermotor (mobil dan motor) di Indonesia thn 2022 ini sebanyak 145 juta,
Anggap lah yg beli BBM Bersubsidi hanya 10 %, berarti 14,5 juta, maka, sebanyak 14,5 juta x Rp 1.000 (Rp 14,5 milyar) setiap transaksi akan masuk ke LinkAja dgn santai. Jika dalam sebulan, katakanlah 14,5 juta pelanggan tersebut rata-rata 5 x top up, Rp 72,5 milyar melenggang masuk ke LinkAja. Itu dengan asumsi hanya 10 % pemilik kendaraan (mobil & motor) yang beli BBM Bersubsidi loh… Luar biasa kan..? Cara penjahat kera putih cari duit tambahan alias KORUPSI,

Baca Juga :  HUT Arema Ke-35, Kapolres Malang Dapat Kado Indah dari Aremania

Kalau 20 %, 30 %, 50% atau lebih, kalikan saja sendiri ?!!

Blm lagi kalau top up lebih dari 5 x sebulan. Saya acung 2 jempol atas kejelian MyPertamina bersama LinkAja dlm hal ini. Saya buka di Google, LinkAja merupakan layanan keuangan digital dari Telkomsel sebagai pemilik saham terbesar (25 %), kemudian Bank Mandiri, BNI46, BRI (@ 20 %), BTN, Pertamina (@ 7 %), dan Jiwasraya, Danareksa (@ 1 %). Mantaap..!!!
Hebat ya, bagaimana pengalihan KORUPNYA.
Ketangan mereka yang berdasi lagi, cuitannya.

Baca Juga :  Upacara Hari lahirnya Pancasila, Lapas Gunung Sindur Menampilkan Ragaman Budaya Indonesia

Netizen menghimbau kepada masyarakat agar aplikasi My pertamina dibanned oleh google dengan cara memberi bintang⭐.. Satu saja.

Pewarta : Virly Setiawan S.Th

Artikulli paraprakMendukung Gratieks, Karantina Pertanian Medan Dan Beacukai Siap Bina UMKM Untuk Ekspor
Artikulli tjetërApresiasi Kemajuan Polri, Prof Hibnu : Lebih Responsif Tangani Permasalahan Masyarakat dan Transparan Dalam Penegakan Hukum

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini