Beranda Hukum / Kriminal Diduga Pemerintah Kota Medan Arogan Ahli Waris Selalu Kooperatif Terhadap Sengketa Gedung...

Diduga Pemerintah Kota Medan Arogan Ahli Waris Selalu Kooperatif Terhadap Sengketa Gedung Medan Warenhuis

18
0

Medan//suaraglobal.id

Ahli Waris G.Daliph Singh Bath mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk menyelesaikan sengketa ini bersama ahli waris.Untuk kemajuan Kota Medan ke depan Bebas Mafia Tanah sekaligus meningkatkan (PAD) Kota Medan dan berguna untuk masyarakat Kota. Kepemilikan Warenhuis sangat jelas dan di harapkan semua pihak dapat menghormatinya. Pendirian dan Pembangunan Warenhuis murni menggunakan Uang Swasta dan kemudian di belikan oleh (ODB) yang juga merupakan pihak Swasta. Hal ini di katakan ahli waris berapa waktu lalu, Sabtu (29/04/2023).

Ahli waris dari Almarhum G.Dalipsingh Bath, pemilik PT. Oranje Bioskop Bedrijven, PT. ODB Medan melakukan live secara langsung dari depan Gedung Warenhuis Eks Bioskop EMPIRE bersama dengan FORKAM (Forum Komunitas Anak Medan), dalam keterangannya ahli waris di wakili Ray Pitty ST menyapa semua masyarakat dengan menyatakan TEGAS bahwa Gedung Warenhuis ini ada pemiliknya. “Ada ahli warisnya,ada yang mengawasi dan menguasai fisiknya. Ahli waris selalu kooperatif atas masalah ini, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Medan tidak menunjukkan hal yang sama,” jelasnya.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro, Gelar Patroli Skala Besar di Tempat Hiburan Malam

Forum Komunikasi Anak Medan FORKAM menyatakan, “Penyesalannya dan turut prihatin terhadap sengketa berkepanjangan terkait gedung bersejarah Medan Warenhuis yang dahulu merupakan bekas Supermarket dan Bioskop EMPIRE. Forkam mendukung ahli waris Medan Warenhuis, serta keterbukaan informasi yang sebenar-benarnya terhadap sejarah warenhuis. Forkam mengharpkan agar PEMKOT Medan dapat menyelesaikan sengketa ini bersama ahli waris. Forkam mengharapkan segera Medan bebas Mafia Tanah Tolong Pak Joko Widodo persoalan ini agar dapat di selesaikan dan di cari jalan keluarnya,” harap Jack Medan, Sabtu (29/04/2023).

Baca Juga :  Kedapatan Edarkan Sabu, Pria Asal Tirtoyudo Malang Dibekuk Polisi

“Ray Pitty melansir dari berita Media Online di seluruh Indonesia tertanggal (11/07/2022) Presiden RI Joko Widodo mengundang Gubernur Sumatera Utara, H.Edy Rahmayadi untuk menghadiri Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta. Agenda tersebut untuk menjelaskan perihal konflik lahan yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kepada Kepala Negara, Edy mengaku bahwa sengketa tanah menjadi salah satu masalah besar di wilayahnya. Kasus sengketa lahan terbesar ada di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan agar mafia tanah di gebuk habis,” tutup Cucu Almarhum G.Daliph Singh Bath pemilik Gedung Medan Warenhuis.(ZN)

Artikulli paraprakKetua Aliansi BEM Kabupaten Malang Apresiasi Kepercayaan Kepada Polri Meningkat
Artikulli tjetërPerkuat Sinergitas, Fraksi DPRD Provinsi Gelar Halalbihalal bersama Pengurus NasDem Sumut
Admin Dan Penulis Media Suaraglobal.id